Pabila hati disakiti, terus menerus dilukakan an-nas yang tak memahami...
Pabila, terkadang kesenangan dikorbankan, kesusahan tetap diharungi,
Pabila hati sendiri harus diguris, sedang hati yang terus menghukum harus ditatang,
Hingga, tak tertahan lagi sebak yang meronta di dasar hati,
Hingga tak terbendung lagi bah air mata daripada berlari laju menuruni dan menemani setiap langkah yang dibuka...
Hingga sedu menghurungi setiap nafas yang dihela,
Biarkanlah....
Kerana sesungguhnya,
jiwaku dan hartaku, telah dijual kepada Allah...
Untuk membeli syurga-Nya...
Maka biarkanlah aku menangis, biarkanlah aku terus tersedu, kerana sesungguhnya ia cukup sakit...
Biarkanlah aku mengambil sedikit ruang, agar dapat ku bernafas kembali, mencari kekuatan daripada-Nya....
Untuk terus mengharungi perdagangan yang tak akan pernah rugi ini...
9;111
6 comments